English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tipsone(Free Tips and Trick)

Paypal For Business

Free Premium Themes
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts

Thursday, December 30, 2010

Pembebasan Lahan untuk Jalan Terancam Gagal

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe terancam gagal membayar ganti rugi tanah untuk lokasi pelebaran Jalan Puntuet- Line Pipa sekitar 3,3 kilometer lagi. Pasalnya, pemilik tanah masih menolak harga yang dibandrol panitia sembilan. “Dengan kondisi ini besar kemungkinan dana yang disediakan dalam APBK 2011 sebanyak Rp 1,5 miliar untuk pembebasan lahan itu tidak jadi digunakan,” jelas Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Husaini, kepada Serambi, Selasa (28/12).

Pada dasarnya, menurut Husaini, jalan sepanjang 4 kilometer akan dilebarkan menjadi tujuh meter dari lebar sebelumnya empat meter. Untuk tujuan itu, lanjutnya, pada tahap pertama tahun 2010 pihak pemko telah mengganti rugi lahan sepanjang 7000 meter di Desa Meunasah Punteuet. “Karena desa itu paling dekat dengan jalan negara, harga untuk areal sawah diganti rugi Rp 100 ribu per meter, sedangkan halaman rumah dibayar Rp 350 ribu per meter,” ujar Husaini.

Sedangkan untuk pembebasan lanjutan terhadap lahan sekitar 3,3 kilometer lagi, lanjutnya, pemerintah telah membandrol tanah warga seharga Rp 75 ribu per meter untuk lahan sawah dan Rp 125 ribu per meter untuk halaman rumah. “Namun menurut semua tokoh masyarakat di sana, mereka menolak harga tersebut. Karena itu warga desa itu minta agar harga tanah mereka tetap disamakan dengan Desa Meunasah Punteut,” timpalnya.

Begitu juga pemerintah, tambah Husaini, juga tak mungkin membayar harga yang sama untuk lahan sepanjang 3,3 kilometer itu dengan harga tanah di Desa Meunasah Punteut. Karena, menurutnya, pihak panitia sembilan beralasan bahwa harga untuk 3,3 kilomter itu telah disepakati pada tahun 2009. “Karena itu, kita mendesak panitia sembilan untuk bermusyawarah kembali dengan pemilik tanah soal harga lahan, sehingga proses pembangunan jalan itu tetap bisa dilakukan,” harap Husaini.(bah)

Sumber:"Serambinews"
read more...

Tuesday, December 7, 2010

Jalan sepanjang 3,5 KM amblas

LHOKSEUMAWE - Jalan desa sepanjang 3,5 Km di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terancam amblas akibat banjir bandang yang melanda bahagian timur daerah itu dua hari lalu, sehingga transportasi darat bisa terganggu.

Anggota DPRK Lhokseumawe Husaini MH menyatakan, kondisi jalan tersebut disebabkan abrasi anak sungai Krueng Pase yang meluap akibat hujan lebat yang terus menerus dalam dua hari terakhir.

Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Aceh segera mengucurkan dana tanggap darurat bencana membangun tanggul permanen di sepanjang jalan 3,5 kilometer tersebut.

"Tanggul irigasi anak sungai Krueng Pase ini harus segera dibangun, jika tidak jalan penghubung ibukota Kecamatan dengan desa pedalaman terancam amblas," katanya, sore ini.

Menurut Husaini, kondisi tersebut sudah sangat darurat, dan perlu penanganan segera dari Pemerintah Aceh dengan mengalokasikan dana tanggap darurat. Dan bila kondisi tersebut terus diabaikan tiga desa meliputi Desa Rayeuk Kareung, Hasan Kareung, dan Desa Mane Kareung, dikhawatirkan terus akan digerus abrasi.

Bukan hanya itu, kata Husaini, ratusan hektare lahan pertanian milik masyarakat setempat juga akan rusak akibat banjir yang meluap dari irigasi tersebut.

Marzuki, Sekretaris Desa Hasan Kareung, mengatakan, dampak meluapnya anak sungai yang melintasi tiga desa, telah mengakibatkan terkikisnya bahu jalan di empat titik.

"Tadi malam (Sabtu malam-red) muncul tanda-tanda air akan meluap lagi, sehingga sebagian masyarakat bergotong-royong memasang batangan pohon kelapa di empat titik abrasi anak sungai dengan kondisi jalan sudah amblas ini, ini upaya kita supaya badan jalan tidak terlalu lebar amblas," katanya.

Menurut Marzuki, pihaknya telah melaporkan kepada instansi terkait di Pemko Lhokseumawe dan Pemerintah Aceh menyangkut kondisi di lapangan. Menurutnya, selain laporan kepada pihak dinas, pihaknya juga menyampaikan persoalan tersebut kepada DPRK agar dewan dapat melihat langsung ke lapangan.

"Kalau selama ini hanya badan jalan yang rusak akibat tergenang banjir, kali ini jalan yang melintasi tiga gampong ini sepanjang 3,5 Km terancam amblas terkikis abrasi anak sungai," sebut Marzuki.

Sumber:"Waspada.co.id"
read more...

Pagar SDN 8 Blang Mangat Ambruk

BLANG MANGAT- Pagar Sekolah Dasar (SD) Negeri 8 Blang Mangat, di Gampong Blang Weu, kecamatan setempat, Kota Lhokseumawe, ambruk pasca terjadi hujan deras baru-baru ini. Dimana pagar yang sepanjangnya sekitar 30 meter itu sudah tidak layak digunakan lagi. Tentunya, Pemerintah Kota Lhokseumawe, melalui dinas terkait harus segera melakukan perbaikan.

Apalagi, ambruknya pagar tersebut diduga akibat rendah kualitas bangunan dan kurangnya perencanaan.Menurut beberapa warga setempat, pagar SDN 8 Blang Mangat ini mulai ambruk atau rusak sekitar lima bulan lalu. Pasca kerusakan itu, sepertinya Pemerintah Kota Lhokseumawe, belum juga merespon untuk melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

“Jadi dari masyarakat di Blang Mangat menginginkan kepada pemerintah untuk cepat tanggap terhadap kerusakan pagar dimaksud,”ucap Zainal (40) salah seorang warga Kecamatan Blang Mangat, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Kata dia bersama warga lainnya Ismail (45), jika tidak perbaiki pagar tersebut maka akan menganggu perkarangan sekolah. Betapa tidak, bukan tidak mungkin hewan ternak masyarakat akan masuk ke dalam halaman sekolah, karena pagar sudah roboh. (arm)

Sumber:"Rakyataceh.Com"
read more...

Thursday, November 25, 2010

Irigasi Krueng Pase terancam ambruk

LHOKSEUMAWE - Irigasi Krueng Pase, Aceh Utara yang diperbaiki sementara setelah diterjang banjir tahun 2008 kini dikhawatirkan akan ambruk kembali. Karena menurut teknisi, daya tahan bangunan itu hanya sekitar 2,5 tahun. Karena itu, warga setempat berharap pemerintah segera membangun irigasi sayap kiri tersebut dengan bangunan permanen.

Imum Mukim Tunong, TM Nur didampingi Razali, tokoh masyarakat setempa mengatakan, akibat rusaknya bendeungan itu hampir 1,5 tahun warga di sembilan kecamatan gagal panen, termasuk Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Hal itu terjadi karena sawah di daerah itu mengalami kekeringan.

Kadis Sumber Daya Air (SDA) Aceh Utara, Mawardi, mengakui daya tahan bendungan darurat Irigasi Krueng Pase Sayap kiri hanya dua atau tiga tahun. Bahkan pihak Pengairan Aceh telah mendesain bangunan baru dan Pemkab Aceh Utara terus berupaya agar bisa membangun bendungan baru.

Namun, kata Mawardi, kini yang menjadi kendala adalah dana untuk ganti rugi lahan belum tersedia, walau pada awal tahun 2010 telah diprogramkan dapat dipenuhi.

“Sekarang kami sedang berusaha agar  pembangunan bendungan baru dapat segera dilaksanakan,” jelas Mawardi.

Jika dibangun kembali, tambahnya, posisi bangunan akan bergeser sekitar 2,5 kilometer dari lokasi sekarang. Karena lokasi bendungan baru yang dirancang tersebut lebih tinggi dari yang ada saat ini

Sumber:"Waspada.co.id"
read more...

Wednesday, September 22, 2010

Pemko Bangun Jalan ke Meuraksa

LHOKSEUMAWE - Pemko Lhokseumawe akan membangun jalan di pinggir Krueng Cunda tembus ke Meuraksa. Jalan sepanjang 4,5 kilometer tersebut dibangun dengan dana APBK secara bertahap. Jalan yang  saat ini sedang dikerjakan oleh salah satu kontraktor daerah, diharapkan dibangun sesuai harapan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Lhokseumawe, HT Zuhedi, Senin (20/9) mengatakan, tahap pertama pembangunan jalan itu saat ini sedang dikejakan dengan dana sekitar Rp 1 M tersedia. Setelah itu baru dilanjutkan tahap kedua. Namun, ia belum tahu berapa jumlah dana akan dibutuhkan sampai jalan itu selesai dibangun.

Dengan dibangunnya jalan lingkar sepanjang muara sungai Cunda itu, lanjut Zuhedi, tentunya bisa mendukung pembangunan waduk raksasa yang kini mulai dimanfaatkan sebagai tempat wisata bahari. “Pembangunan jalan itu dapat mengurangi kemacetan lalu lintas. Karena, sejumlah pengguna jalan yang arah ke timur tentu akan melewati jalan lingkar itu. Namun, untuk truk dan interculer tak mungkin melintasi jalan itu,” katanya.(ib)
Sumber:"Serambinews"
read more...

Monday, October 5, 2009

Rincian Pengolahan Pengaduan Masyarakat

Rincian Pengolahan Pengaduan Masyarakat


Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan

Status data :
31 Maret 2010



Data Penanganan Pengaduan Bersifat : Masalah
Noreg : 0063-C0302-0509 :
Pengaduan diterima:Tanggal : 02 Mei 2009
Nama : jafar, mukhlis, Dedi
Media : Tatap Langsung
Asal :
Lokasi:Manee Kareung, Blang cut, Baloi
( KMW-03 KORKOT-2 , P2KP 3)
Identifikasi pengaduan:Program : P2KP,
Lingkup : Administrasi,
Bidang : Partisipasi Masyarakat (Lainnya (adm)),
Masalah : Pelanggaran Mekanisme dan Prosedur,
Derajat : Kelurahan
A. ISI PENGADUAN :

Adanya penyampaian dari warga (Jafar, Mukhlis,Dedi) yang mewakili masyarakat kecamatan Blang Mangat tentang beberapa kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan asal dikerjakan saja oleh KSM sehingga mutu prasarana yang dibangun tidak sesuai dengan bestek dan proposal yang disetujui . ( Desa Manee Kareung, Blang cut, Baloi ).
-------------------------------------------

B. FAKTA LAPANGAN :

1. Tanggal : 02 Mei 2009
Nama : Nurwino Wajib
Jabatan : -----
Kegiatan : Fasilitasi lapangan
Fakta : Adanya penyampaian dari warga (Jafar, Mukhlis,Dedi) yang mewakili masyarakat kecamatan Blang Mangat tentang beberapa kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan asal dikerjakan saja oleh KSM sehingga mutu prasarana yang dibangun tidak sesuai dengan bestek dan proposal yang disetujui . ( Desa Manee Kareung, Blang cut, Baloi ).
-------------------------------------------

C. POKOK PERMASALAHAN :

Adanya penyampaian dari warga (Jafar, Mukhlis,Dedi) yang mewakili masyarakat kecamatan Blang Mangat tentang beberapa kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan asal dikerjakan saja oleh KSM sehingga mutu prasarana yang dibangun tidak sesuai dengan bestek dan proposal yang disetujui . ( Desa Manee Kareung, Blang cut, Baloi ).
-------------------------------------------

D. PERKIRAAN DAMPAK TERHADAP PROGRAM :

Pembelajaran di masyarakat terganggu
-------------------------------------------

E. TARGET PENANGANAN :

minggu ke-4 bulan Mei
-------------------------------------------

F. REKOMENDASI PENANGANAN :

1. Koordinasi dengan BKM dan KSM serta aparatur desa
2. Melakukan investigasi lapangan
3. Melakukan analisa masalah
4. Kesimpulan dan laporan
-------------------------------------------

G. FASILITASI PENYELESAIAN :

1. Tanggal : 03 Mei 2009
Nama : Wajib, Maulina, Mahzan
Jabatan : Korkot, Askot
Hasil : Adanya penyampaian dari warga (Jafar, Mukhlis,Dedi) yang mewakili masyarakat kecamatan Blang Mangat tentang beberapa kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan asal dikerjakan saja oleh KSM sehingga mutu prasarana yang dibangun tidak sesuai dengan bestek dan proposal yang disetujui . ( Desa Manee Kareung, Blang cut, Baloi ).

2. Tanggal : 01 Juli 2009
Nama : Mahzan, Maulina
Jabatan : Korkot, Askot
Hasil : Adanya penyampaian dari warga (Jafar, Mukhlis,Dedi) yang mewakili masyarakat kecamatan Blang Mangat tentang beberapa kegiatan yang pelaksanaannya dilakukan asal dikerjakan saja oleh KSM sehingga mutu prasarana yang dibangun tidak sesuai dengan bestek dan proposal yang disetujui . ( Desa Manee Kareung, Blang cut, Baloi ).
-------------------------------------------

H. HASIL AKHIR PENANGANAN :
Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Jafar, Dedi dan Muchlis atas perhatian kepada program PNPM di desa bapak masing-masing. Bapak-bapak yang terhormat, menurut informasi dari bapak telah kami kroscek kelapangan dan pekerjaan baru dilaksanakan 90 %, dan pekerjaan belum selesai 100 % sehingga nampak tidak sesuai dengan bestek atau proposal yang diajukan oleh KSM ke BKM.

Dan apabila pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi maka dana tidak akan dicairkan ke KSM sampai dengan KSM menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah diajukan oleh KSM. Dan syarat pencairan KSM harus mengajukan laporan keuangan dan laporan kemajuan fisik yang di verifikasi oleh pihak Korkot sebagai konsultan pendamping, setelah tahap ini diselesaikan baru BKM bisa mencairkan dana ke KSM. Sehingga proses proteksi dan transfaransi selalu menjadi orientasi utama dari program ini, karena PNPM adalah milik bersama seluruh masyarakat desa Manee Kareung, Blang Cut dan Baloi.



Sumber:"pnpm-perkotaan"
read more...